Teknologi berkembang pesat pada abad 21 ini. Yang semula tidak mungkin sekarang menjadi mungkin. Jejaring sosial semakin hiruk pikuk.
Ada yang bersemangat menyambutnya, ada yang pesimis. Mengapa pesimis? Kiranya juga bisa didengarkan mereka yang pesimis terhadap hiruk pikuk komunikasi ini.

Ketika jejaring sosial begitu sibuk, ada dua hal yang bisa jadi tak lagi mendapat perhatian.
Yang pertama adalah relasi dan yang kedua adalah intimasi.
Masihkah kedua hal tadi diperhatikan pada era yang begitu cepat ini? Relasi dan intimasi begitu penting untuk dibahas karena dua hal inilah yang menjadi maksud teknologi dibuat dan dikembangkan.

Dengan era teknologi yang begitu cepat ini, anak muda diajak untuk berkreasi dan menjadi produktif dengan cepat pula. Kecepatan menjadi kebutuhan dan menjadi ciri khas pada era teknologi ini. Namun, kecepatan jugalah yang membawa dampak dangkalnya relasi manusiawi (misalnya saat berbicara dengan seseorang disambi main smartphone). Sehingga intimasi dan relasi yang dibangun hanya memunculkan citra dan kehilangan kedalamannya.

Dampak kecepatan itu muncul dalam bentuk peremehan (trivialized).
Hubungan antarmanusia hanya lewat saja menjadi tidak begitu mendalam, bahkan mungkin tak diperhatikan lagi. Hubungan yang tidak begitu mendalam tadi membuat pribadi sebagai manusia muncul hanya dengan topeng saja.

Semoga hubungan antarmanusia semakin bermakna di era cepat ini.
Bagaimanapun juga membangun hubungan baik dan mendalam sangatlah dibutuhkan untuk pemahaman kemanusiaan yang lebih dalam.