Aldous Huxley dalam novelnya yang terbit pada tahun 1932 berjudul Brave New World mengajak berpikir mengenai masa depan. Setting novel ini adalah London yang benar-benar berbeda dengan masa kini, yaitu pada tahun 2540. Di kota inilah kisah dimulai.

Brave New World menceritakan seorang tokoh bernama Bernard Marx yang tinggal di sebuah dunia berteknologi canggih dengan masyarakatnya yang super modern. Dunia dalam Brave New World dibagi dalam “kasta” dan dikotakkan menurut jenis manusianya. Kelahiran juga dibatasi untuk menghindari over population.

Aldous Huxley seperti meramalkan dunia masa depan yang tertata dengan rapi. Namun, ia juga membaca zaman yang berubah dengan sistem seperti itu adalah dunia yang tidak manusiawi. Dunia yang jauh dari kemanusiaan. Dunia yang penuh ketertiban yang ilusif.

Akankah teknologi menggantikan sisi manusiawi? Dengan jejaring sosial misalnya, bisa melenceng dari tujuan semula yaitu kelancaran komunikasi menjadi jejaring sosial yang yang mampu menyembunyikan sisi manusiawi dan mengubah komunikasi yang manusiawi juga. Teknologi adalah kekuatan, kitalah yang menentukan untuk apa kekuatan itu.