Reporter: Yoshua Endyanto

Summer in Vienna Release Party ‘Shallow Lagoon Holidays EP’

SIV_1

Suasana akrab dan hangat begitu terasa di sebuah kedai kecil Sabtu malam (1 Maret) itu,  Summer in Vienna berhasil membawa konsep mini albumnya ‘Shallow Lagoon Holidays’ ke dalam dunia nyata. Luar biasa!

Hari Sabtu kemarin menjadi hari yang spesial bagi Summer in Vienna karena band indiepop asal Jogja yang digawangi oleh Matias Sri Aditya (vocal, gitar), Wipti Eta (vocal), Rizky Latanza (gitar), Gisela Swaragita (bass), dan Dimas Dhyara (drum) sukses menggelar acara peluncuran mini album pertama berjudul ‘Shallow Lagoon Holidays’ di K.E.R.S Light Meal and Juice Bar. Ada dua rangkaian acara yang diadakan dari sore hingga malam. Acara pertama dibuka dengan press release di mana para personil Summer in Vienna mencoba memberi beberapa penjelasan dan juga membuka kesempatan tanya jawab terkait peluncuran mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’. Setelah press release, acara kemudian dilanjutkan dengan pesta sederhana merayakan keberhasilan mereka melalui sebuah showcase.

SIV5

Dalam konferensi pers, Summer in Vienna menjelaskan bahwa ‘Shallow Lagoon Holidays’ dipilih sebagai judul mini album untuk menggambarkan suasana liburan yang begitu menyenangkan dikelilingi teman-teman tersayang di sebuah laguna dangkal, di mana kita bebas berbaring di atas pasir putih dan bermain air seharian. Penggambaran suasana yang begitu ceria dan menyenangkan inilah yang dirasakan mereka menjadi roh dalam setiap lagu yang terkandung dalam mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’. Selain itu, frase ‘Shallow Lagoon Holidays’ merupakan kutipan lirik dari single Summer in Vienna berjudul Marshmallow Cheeks dan Gisela Swaragita mengakui bahwa keputusan tersebut salah satunya terinsipirasi oleh band beraliran grunge, Nirvana, yang juga menggunakan kutipan lirik lagu Smells Like Teen Spirit sebagai judul album Nevermind mereka.

Tepat pukul 19.30 acara dilanjutkan oleh showcase yang tidak hanya menampilkan Summer in Vienna sebagai bintang. Dua band yang dinilai memiliki peran besar dalam perkembangan karir musik Summer in Vienna pun turut diundang memeriahkan pesta malam itu, mereka adalah Answer Sheet dan Lampukota. Answer Sheet membuka acara dengan gaya petikan ukulele khas dari Wafiq Giotama yang juga memiliki peran tersendiri bagi Summer in Vienna karena sebelum Gisela Swaragita bergabung, dia mengisi posisi bass dalam proses rekaman lagu berjudul Vienna yang masuk dalam mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’. Answer Sheet tampil cukup atraktif sebagai pembuka hingga pop mates (sebutan bagi para pecinta Summer in Vienna) mulai memadati stage yang sengaja dibuat tanpa sekat sehingga interaksi yang terjalin antar a penonton dan penampil terasa begitu dekat.

SIV__6

Picture1

Setelah Answer Sheet berhasil menjadi pemanasan yang efektif, Lampukota muncul sebagai penampil yang mungkin banyak dinantikan sebab band ini sudah jarang tampil di berbagai scene musik. Suasana semakin panas dan seru karena Lampukota berhasil membawa para penonton hanyut dalam lantunan lagu hingga mereka bergoyang dan bernyanyi bersama, bahkan di akhir penampilannya ada ungkapan spontan dari para penonton agar band ini jangan mati tetapi harus terus hidup dan terus berkarya.

Showcase ini pun mencapai puncaknya ketika Summer in Vienna dengan penuh semangat mencoba memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkenalkan lagu-lagu dalam mini album yang baru saja mereka rilis. Para personil Summer in Vienna malam itu tampil begitu enerjik penuh senyum bahagia. Mereka seakan tidak ingin mengecewakan begitu banyak orang yang telah hadir memenuhi K.E.R.S untuk mengapresiasi karya musik mereka. Sebagai lagu pembuka mereka memilih memainkan Marshmallow Cheeks yang merupakan single andalan dalam mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’. Lagu ini sendiri bercerita tentang seorang gadis cantik berpipi tembem seperti marshmallow dan seorang anak laki-laki yang selalu bersamanya menjadi perfect lad, kawan sejati yang akan selalu membuat harinya ceria.

Setelah selesai membawakan lagu ini, Matias sedikit bercerita bahwa lagu Marshmallow Cheeks terinspirasi oleh kisah cinta salah seorang kerabat Summer in Vienna. Perbincangan-perbincangan ringan seperti ini yang pada akhirnya membuat kehangatan dan suasana akrab antar sesama teman pada malam itu begitu terasa klimaks. Kesempatan berikutnya digunakan Summer in Vienna untuk memperkenalkan lagu-lagu lain dalam album mereka seperti Vienna, Have a Nice Day, Falling Leaves, dan Lemonade and Orange Juice. Selain itu, mereka juga memainkan lagu Squirrels dan sebuah lagu cover dari The Radio Dept, I Don’t Need Love I’ve Got My Band, sebagai jawaban atas permintaan para pop mates malam itu.

SIV_3SIV_2

Antusiasme yang besar terhadap musik Summer in Vienna terlihat jelas dengan banyaknya penonton yang hadir malam itu. Begitu cepat terjual habisnya CD mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’ juga bisa dijadikan indikator bagaimana musik mereka dapat diterima oleh masyarakat pecinta musik. CD mini album ‘Shallow Lagoon Holidays’ memang disiapkan terbatas karena packaging-nya pun dilakukan secara manual (handmade) dengan mengusung tema postcard dengan stempel ala Summer in Vienna. Mini album tersebut dibandrol dengan harga 19ribu, namun jika ingin membelinya dengan sebuah poster khusus bisa dibeli dengan harga 25ribu.

Kemeriahan release party ini memang luar biasa, semua orang bersenang-senang malam itu, semua tampak ceria terlebih para personil Summer in Vienna yang tidak menyangka acara peluncuran mini album mereka akan mendapat perhatian sebesar itu. “Aku dan temen-temen seneng banget! Terima kasih buat yang udah pada dateng, kita nggak nyangka bakalan serame ini!” tutur Gisa mewakili teman-temannya di Summer in Vienna. Jadi bisa dikatakan acara release party ‘Shallow Lagoon Holidays’ sukses memukau orang-orang yang hadir dan menantikan peluncuran mini album Summer in Vienna.

Semoga ini menjadi langkah awal dari perjalanan bermusik Summer in Vienna ke depannya karena karya-karya mereka selalu dinantikan para pop mates agar setiap hari mereka terasa ceria seperti dalam liburan yang menyenangkan!

*foto: Yoshua Endyanto*

summerinvienna