Bulan Mei ini, ketjilbergerak memutar film-film tentang buruh.

Dilihat secara definitif, kata “buruh” (atau kelas pekerja, jika anda lebih nyaman menyebutnya dengan cara demikian) biasa digunakan dalam ilmu-ilmu sosial dan dalam perbincangan sehari-hari untuk merujuk kepada mereka yang bekerja di tingkat yang rendah (baik dari segi upah, pendidikan, dan keterampilan). Dalam banyak hal, mereka yang tergolong sebagai buruh juga merupakan orang-orang yang mendapat upah di bawah rata-rata.
 
Lalu, kelas pekerja juga sebuah istilah yang sering ditabrakkan dengan kelas menengah dan kelas atas (atau dalam istilah lain, kelas borjuis) dalam kerangka yang lebih umum seperti kepemilikan sumber daya ekonomi, ketertarikan budaya, pendidikan, dan akses kepada barang-barang dan jasa. Di hadapan pemilik modal, keringat buruh seringkali habis untuk ditukarkan dengan upah yang tidak seberapa. Oleh karena itu, muncul masalah-masalah kesenjangan kelas, di mana buruh seringkali berada di sisi yang tidak berdaya karena kebijakan pemodal yang hanya memikirkan bagaimana melipatgandakan modal tanpa terlihat peduli kepada nasib kelas pekerja.
 
Karena itu, pemutaran film untuk bulan ini berangkat dari sebuah pertanyaan: bagaimana kehidupan buruh ketika direpresentasikan melalui film? Apakah film-film yang akan kami tayangkan berpihak kepada nasib buruh? Atau malah menawarkan alternatif wacana lain di seputar kata ‘buruh’ itu sendiri? Medium film sengaja kami pilih sebagai metode untuk memperkenalkan wacana seputar buruh beserta hal-hal di sekitarnya seperti masalah kesenjangan kelas, ketidakadilan sosial, dan juga permasalahan lain yang cukup relevan untuk dibahas, seperti penghilangan paksa dan pembunuhan yang dialami oleh kelas pekerja yang kritis terhadap ketidakadilan.
 
Tema screening bulan ini juga dimotivasi oleh satu hal: Mei ini dikenal sebagai bulan bagi buruh, bulan untuk mengingatkan para pengambil kebijakan untuk tidak lupa akan nasib kelas pekerja. Dan dalam gradasi yang lebih mencolok, bulan ini juga boleh dibilang sebagai bulan di mana buruh melakukan solidaritas satu sama lain atas dasar kesamaan nasib, meskipun perayaannya hanya dilakukan sehari, yakni pada tanggal 1 Mei.
 
Screening film bulan Mei ini akan diselenggarakan setiap jam 16:00 (jam empat sore), di rumah ketjilbergerak, Ds. Tegalkenongo No. 36 B, Bugisan Selatan, Yogyakarta.
 
Akan ada diskusi singkat pada setiap masing-masing yang telah selesai diputar. Jadi bagi teman-teman yang tertarik dengan isu-isu dan perspektif kelas pekerja yang diangkat oleh film-film yang akan diputar, silakan datang di tempat dan jam yang telah ditentukan. Anda yang datang ke pemutaran film tidak akan dipungut biaya, alias gratis! 
 
Mari kita lihat beberapa sinopsis film-film yang akan ditawarkan di bulan ini:
 



1. Minggu Pagi di Victoria Park (2010) – Selasa, 15 Mei 2012 [1]

 
Disutradarai oleh Lola Amaria dan Titien Wattimena, film ini berfokus pada kehidupan Mayang (Lola Amaria) yang dipaksa ayahnya berangkat ke Hong Kong sebagai tenaga kerja wanita di samping bertugas mencari adiknya, Sekar (Titi Sjuman), yang tidak ada kabar beritanya setelah sekian lama menjadi buruh migran juga. Penuh dengan ketidaktahuan dan rasa takut ia belajar dan bekerja sekaligus bertahan hidup di keluarga yang bersikap baik terhadapnya. Di waktu-waktu lowong dan libur ia selalu mencari kabar tentang adiknya. Dari teman-teman dan dari Gandi (Donny Damara), pegawai Kedutaan RI yang bertugas mengurusi buruh migran, juga dari Vincent (Donny Alamsyah), yang naksir Mayang, sedikit demi sedikit mulai terkuak keberadaan Sekar. Ternyata sang adik terjerat hutang dan tidak mampu membayar, hingga dia melakukan apa saja agar bisa mendapat uang untuk pembayar hutang dan bertahan hidup. Kesulitannya adalah Sekar “malu” untuk ditolong dan memilih bersembunyi dari kawan-kawannya yang biasa berumpul setiap Minggu pagi di taman Victoria Park. Jelujuran kisah utama ini dihiasi juga dengan penggambaran kehidupan para tenaga kerja wanita di Hong Kong dengan beragam masalah pribadi masing-masing: ditipu pacar, jeratan iming-iming kredit barang, lesbianism, dan sebagainya.
 

2. Hoffa (1992) – Kamis, 17 Mei 2012

Disutradai oleh Danny DeVito, film ini memotret kehidupan James R Hoffa, ketua Serikat Pekerja, yang dipandang dari mata sahabat baiknya, Bobby Ciaro (Danny DeVito). Alur film ini disajikan dengan caraflash-back, dimulai pada momen di mana Hoffa pertama kali bertemu Ciaro, dan berakhir pada satu versi mengenai bagaimana Hoffa menghilang secara misterius pada Juli 1975.       
 
3. Marsinah (2002) – Sabtu, 19 Mei 2012 [2]
Disutradai oleh Slamet Rahardjo, film ini berasal dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh karena dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo. Kasus ini belum jelas ujung pangkalnya ketika film ini dibuat dan diedarkan. Tidak mengherankan bila di akhir film itu muncul pertanyaan: kalau terdakwanya dibebaskan Mahkamah Agung, lalu siapa yang membunuh Marsinah. 
Film ini tidak mengisahkan secara langsung cerita tentang tokoh Marsinah itu, tapi berkisah seputar penangkapan dan pengadilan terhadap Mutiari (Dyah Arum), Kepala Bagian Personalia PT CPS yang menghadapi protes buruh. Kematian Marsinah terjadi di tengah campur tangan militer dan polisi dalam upaya mengatasi aksi protes itu. Di tengah carut-marut itu, kematian Marsinah tak cukup terjelaskan dalam film. Yang lebih muncul adalah penculikan dan rekayasa pengakuan para pekerja PT CPS yang dibikin oleh tentara melalui penyiksaan-penyiksaan kejam. Film ini memfokuskan diri pada bencana hukum ini, bukan biografi Marsinah.
 
4. North Country (2005) – Selasa, 22 Mei 2012
 
Film ini didasarkan pada kisah nyata, dan disutradarai oleh Niki Caro. Menceritakan perjuangan seorang wanita yang bekerja di tambang, yang mengalami pelecehan seksual dan melancarkan tuntutan hukum kepada atasannya karena alasan mereka tidak mampu melindungi dirinya dan karyawan wanita lainnya. 
 
[1] Sinopsis film ini diambil dari: http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-m024-10-529984_minggu-pagi-di-victoria-park#.T6huLehNvVQ
[2] Sinopsis film ini diambil dari: http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-m018-00-096472_marsinah-cry-justice#.T6hwXuhNvVQ