Reporter: Yoshua Endyanto

Malam Minggu kemarin (13/9), mungkin terasa seperti biasa, banyak orang melepas penat dengan menikmati suasana kota Yogyakarta di akhir pekan. Namun bagi sebagian orang, malam itu menjadi terasa sangat luar biasa dengan penampilan dari empat pria hebat dalam satu panggung musik. Mereka adalah Bangkutaman!

Sejarah panjang grup musik beraliran psychedelic/folk-rock ini dimulai dari Yogyakarta, dan kota tersebut tentu saja memberikan kenangan tersendiri bagi mereka berempat. Bangkutaman terbentuk pada tahun 1999, dimana nama ‘Bangkutaman’ itu sendiri ditemukan saat mereka sering membicarakan hal-hal mengenai musik di sebuah bangku taman di tengah kampus ketika mereka masih menjadi seorang mahasiswa. Tanpa terasa, 15 tahun telah berlalu dan mereka ternyata kembali ke kampus tempat mereka berasal dan tampil sebagai bintang utama dalam gelaran acara bertajuk “PSYCHOFEST: Steps Ahead” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Acara resmi dimulai sekitar pukul 20.00 dengan menampilkan atraksi menarik band-band pembuka seperti Redpavlove, Gerap Gurita, dan Jungkat-Jungkit. Redpavlove sebagai band pembuka berhasil membawakan lagu bernuansa reggae dan membuat beberapa orang tanpa segan bergoyang mengikuti irama terutama saat mereka membawakan Tequila Sunrise yang merupakan lagu cover dari Imanez.

20140913_205740

Setelah itu, Gerap Gurita hadir sebagai penampil kedua yang semakin memeriahkan suasana dengan beberapa alat musik khas dari band beraliran Irish-folk ini. Kabar menarik yang perlu diketahui adalah band ini baru saja menyelesaikan proses rekaman lagu mereka di sebuah studio di Jepang! Dingin suasana malam dihangatkan kembali oleh Jungkat-Jungkit yang tampil penuh semangat melantunkan lagu-lagu berirama blues. Suara renyah dari perempuan energik bernama Safina Tiara Nadisa membuat Jungkat-Jungkit tampil begitu memukau malam itu.

BT1

Acara PSYCHOFEST 2014 mencapai puncaknya ketika para penonton mulai meneriakan nama Bangkutaman untuk segera tampil menghibur mereka. Tak lama kemudian beberapa pria keluar membawa beberapa kuntum bunga untuk dibagikan kepada mereka yang telah setia menantikan penampilan dari Justius Irwin (gitar, vokal), Wahyu Nugroho (vokal, bass, harmonika), Dedyk E. Nugroho (drum), Madava (keyboard). Kehadiran Bangkutaman dalam skena musik Yogyakarta memang begitu dinantikan banyak orang terutama bagi mereka yang kerap disebut sebagai ‘common people’. Semua itu karena mereka sangat jarang sekali tampil di kota ini padahal Yogyakarta merupakan kota asal grup musik ini dilahirkan. Namun, mereka cukup berhasil menghapus kerinduan publik dengan membawakan lagu-lagu andalan yaitu ‘She Burns’, ‘Kera’,’ Hilangkan’, ‘Coffee People’, ‘Jalan Pulang’, ‘Iblis Jalanan’, ‘Langkah’, ‘Batas Lelah’, ‘Catch Me When I Fall’, dan ‘Ode Buat Kota’. Penampilan mereka malam itu memperlihatkan bagaimana kedewasaan bermusik dari band yang sering dianggap sebagai salah satu pelopor gerakan musik indie di tahun 2000-an. Berkat mereka pula saat ini tumbuh subur berbagai band bergenre Brit-pop/Indie-pop yang mengkiblatkan arah musiknya pada band-band seperti The Vow, Stone Roses, The Velvet Underground, dll.

BT2

Bangkutaman juga sempat mengharumkan dunia musik indie Indonesia dengan menempatkan lagu ‘Catch Me When I Fall’ sebagai peringkat pertama dalam Top 5 Most Favorite SEA Indie Single/EP di tahun 2011 silam. Di tengah penampilan mereka, sang vokalis yang kerap dipanggil Acum sempat bercerita mengenai proyek musik Bangkutaman ke depannya. Mereka kini tengah berusaha merampungkan proses rekaman untuk album ketiga dengan mempersiapkan sekitar 8-10 lagu baru. Album ini diperkirakan akan dirilis sekitar akhir tahun 2014 dengan beberapa kejutan yang masih dirahasiakan. Nostalgia Bangkutaman di Yogyakarta ditutup dengan apik melalui lagu Satelit sebagai encore sekaligus lagu penutup mereka malam itu. Sekali lagi mereka berhasil membuktikan diri sebagai salah satu band yang selalu ditunggu penampilannya sebab sejarah panjang karir bermusik mereka memang begitu luar biasa!