Dari teater kucing di Moskow, Rusia hingga cosplay di Jepang, dari jathilan hingga marionette di Perancis, semua menampilkan yang lain.
Film juga demikian, mengajak penonton melihat yang lain. Pertunjukan dan pemaknaan saling berkaitan. Di mana ada pertunjukan pasti ada pemaknaan.

Bagaimana sebuah pertunjukan dimaknai merupakan soal tersendiri.
Sebuah pertunjukan berlangsung, penonton memaknai, itulah yang terjadi. Secara tidak sadar penonton mengambil bagian dari pertunjukan tersebut, yaitu saat memaknainya.

Pemaknaan sebuah pertunjukan itu relatif berdasar pengalaman masing-masing orang.
Contohnya saat penonton menyaksikan teater horor, ada penonton yang takut, ada penonton yang sangat takut, ada penonton yang biasa saja, dan ada penonton yang mencoba mengaitkan dengan hal lain.

Sebetulnya penonton itu selalu aktif, tinggal bagaimana makna disusun oleh tiap individu.
Ada yang bisa menyusunnya secara jelas, ada yang sulit menyusunnya, dan ada yang bisa menyusunnya secara mendalam. Semua tergantung pada pengalaman masing-masing individu.

Pertunjukan dan pemaknaan merupakan perjuangan tiap pribadi. Dalam perjuangan ada konflik dan solusi. Konflik dan solusi pada pertunjukan dan pemaknaan merupakan kekayaan pribadi yang tak terperi.
Selamat menikmati pertunjukan.