Ada sebuah kisah yang cukup menginspirasi untuk sama-sama direnungi, ditelaah, dan dilihat kembali maknanya. Ceritanya sederhana tetapi sungguh kaya makna. Jadi begini ceritanya teman-teman..

Suatu saat Chung Tzu kehilangan istrinya. Hui Tzu bergegas ke rumah Chuang Tzu untuk menyatakan belasungkawa. Hui Tzu terkejut Chuang Tzu tidak bereaksi apa-apa. Hui Tzu terheran-heran melihat Chuang Tzu.

Chung Tzu tersenyum, kemudian berkata, “Pada saat istriku menghembuskan napas terakhir, aku begitu menderita dan menangis. Tetapi aku sadar bahwa segala sesuatu di jagat raya ini memiliki awal dan akhir. Apa pun yang hidup pasti mati. Ini adalah hukum alam.”

Kemudian Hui Tzu melanjutkan mendengarkan Chuang Tzu.

Jika seseorang letih dan membaringkan tubuhnya untuk beristirahat, bukankah aneh kalau mengganggunya dengan ratapan pilu? Istriku terkasih hanya sekadar pindah untuk beristirahat.

Istriku menunggu kedatanganku. Mengapa aku harus mengganggu ketenangannya dengan menangis dengan keras? Melakukan hal itu sama halnya dengan memperlihatkan bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang hukum-hukum alam.