Menikmati Jakarta di Yogyakarta

Reporter: Vina Puspita

IMG_0036
Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, pastinya banyak menarik minat anak muda se-Nusantara untuk datang dan menimba ilmu di kota ini. Keberadaan komunitas-komunitas pelajar sedaerah yang sedang belajar di Jogja akan bermanfaat membangun silahturahmi dan persaudaraan mahasiswa dari daerah asal yang sama. Sehingga ketika proses studi di Jogja usai, kawan-kawan yang ‘pulang kampung’ bisa tetap berkontribusi bersama di daerah asalnya. Kesadaran akan pentingnya hal tersebut melatarbelakangi terbentuknya KOPAJA – Komunitas Pelajar Jabodetabek, ISI Yogyakarta, tepatnya pada bulan November 2013. Istilah ‘Kopaja’ sendiri pada dasarnya adalah nama/jenis transportasi umum berupa bus kecil yang beroperasi di Jakarta.

Sebagai wujud pengenalan kepada publik, KOPAJA yang terdiri dari mahasiswa dan alumni seluruh jurusan ISI Yogyakarta yang berasal dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi ini menggelar sebuah acara pertunjukan, pameran seni dan bazaar yang bertajuk HELLO BATAVIA! pada 11-12 Maret 2014, bertempat di Jogja National Museum (JNM). Suasana JNM disulap meriah dengan alunan musik Betawi, karya-karya seni rupa, video art dan instalasi yang mengusung dialektika Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya ditinjau dari bermacam-macam perspektif. Tak tanggung-tanggung, sebuah kendaraan roda tiga khas Jakarta, bajaj, pun dihadirkan di dalam ruang pamer.

IMG_3029

IMG_3052

IMG_5980

IMG_5962

Dengan tagline Tougher Thank You Think, yang dalam bahasa Indonesia artinya: Lebih Keras dari yang Kamu Pikirkan, karya-karya yang disajikan lebih dijadikan sebagai ajang “curhat” oleh para perupa yang berasal dari kota metropolitan tersebut, terlebih setelah pindah ke Jogja dan merasakan perbedaan situasi yang signifikan. Di satu sisi ada penggambaran kerasnya kehidupan Ibu Kota dan kota-kota sekelilingnya, dengan segala persoalan ekonomi, banjir, kemacetan lalu lintas dan glamoritas kota metropolitan, namun disisi lain ada rasa memiliki yang tidak bisa ditinggalkan, bagaimana mereka lahir dan besar di kota tersebut bersama keluarga dan para sahabat dekat yang menjadi kekuatan. Selain itu ada pula perspektif lain yang digarap menjadi karya, merespon wacana tentang urbanisasi.

Inisiatif mahasiswa Jabodetabek untuk berkomunitas merupakan hal yang positif dan harus digerakkan, bahkan diharapkan kegiatan pameran dan pertunjukkan seperti ini bisa dilanjutkan sebagai agenda rutin tahunan, demikian pesan Pak Rain Rosidi, perwakilan dosen ISI Yogyakarta dalam sambutannya membuka pemeran Hello Batavia!. Jumlah pengunjung di malam pembukaan terbilang sangat ramai, sebagian besar datang dengan motif untuk mengenal Kota Jakarta dan sekitarnya dari perspektif mahasiswa perupa. Pun tak kalah ramai pengunjung di hari kedua pada malam penutupan. Deretan pertunjukkan seni Betawi ditampilkan di lantai 2 gedung JNM, kolaborasi antara teman-teman musik orkestra, pop jazz, etnomusikologi dan tari ISI Yogyakarta, diakhiri dengan musik digital dari BBDKK.

IMG_9201

*foto: M. Rizky Kurnia