Gugur Gunung

Seni sebagai Aktivitas Kolektif

Rasa-rasanya menjadi kurang lengkap jika kita membahas seni melulu dari sudut pandang yang individualistik. Memang, secara psikologis kemampuan seni itu muncul sebagai cerminan dari sifat-sifat internal individu, seperti bakat atau kecerdasan, dorongan, desakan, dan juga reaksi terhadap kenyataan dari luar maupun dari dalam individu.

Namun tidak cukup hanya itu, dalam perjalanannya, seorang seniman sebaiknya dipahami dengan baik sebagai seseorang yang muncul dari dan berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan sosial di luar dirinya.

Selain tentu saja bergulat dengan olah pikir, batin dan ramuan estetika, namun juga secara tidak langsung ia merepresentasikan situasi sosial yang berada pada lingkup si peng-karya. Dalam hal ini seniman bertindak juga sebagai pemain peran sosial.

Seperti apa yang pernah diungkapkan oleh Becker[* Howard S. Becker, Art Worlds, 25th Anniversary Edition, University of California Press, 2008, hlm. 1] bahwa semua karya seni sama seperti semua aktivitas manusia yang melibatkan sejumlah orang, bahkan sejumlah besar orang. Melalui kerjasama tersebut, karya seni akhirnya dapat kita lihat dan nikmati, lahir dan terus lahir.

Dalam pameran inilah mungkin kita bisa melihat bagaimana tindakan kolektif produksi seni itu kemudian diimplementasikan. Bukan dalam rangka men-demistifikasi-kan[* men-demistifikasi-kan = meruntuhkan mitos, membuat yang sakral menjadi tidak sakral lagi] seniman sebagai individu yang unik, namun justru dengan peran sosial, seniman dapat mengisi relung-relung kosong kehidupan, dan karena itulah keberadaannya menjadi berarti.

 

Gugur Gunung dan Anak Muda

Judul ‘Gugur Gunung’ sengaja dipilih oleh teman-teman SMSR angkatan 2012 sebagai simbol semangat sekaligus sebagai almanak kebersamaan dan pilihan romantisme kultural di masa depan.

Dalam masyarakat Jawa, gugur gunung sudah teruji kesahihannya, meskipun kita juga tidak menisbikan ketika semangat gugur gunung dijalankan oleh manusia-manusia tanpa kedalaman batin maka akan membentuk bentang korupsi (apa saja) yang padat.

Gugur gunung sendiri memiliki kemiripan makna dengan gotong royong. Meskipun terma gugur gunung lebih mengacu kepada arti yang lebih aktif yaitu bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan bersama-sama. Sedangkan gotong royong lebih mengacu kepada sifat kebersamaan yang dihasilkan dari bekerja bersama-sama.

Selama persiapan pameran ini, sifat dan corak gugur gunung sangat kental terasa di antara teman-teman SMSR angkatan 2012. Seperti ketika mereka harus mengamen di nol kilometer untuk sekedar mencari tambahan dana pameran, semuanya dikerjakan bersama-sama.

Semangat itu pula yang menandai kemauan dan praktik nyata mengasah kemampuan dalam rangka memajukan bukan hanya tiap pribadi namun juga seluruh angkatan SMSR 2015, sekali lagi karena yang banyak itu terdiri dari yang satu.

Gugur gunung yang hidup dalam konteks masyarakat Yogyakarta, terutama anak mudanya, adalah contoh pemahaman mendasar bahwa kita hidup dalam sebuah ruang yang terkoneksi satu sama lain, dalam sebuah arus yang jika kita tidak saling berpegangan maka kita akan tercerai berai satu sama lain.

 

Generasi yang Terpilih untuk Memulai

Generasi muda yang hidup di zaman ini adalah generasi yang bukan hanya multitasking, tetapi juga generasi gethok tular yang berada dalam suasana dan situasi yang dinamis dan memahami perubahan.

Kebiasaaan dinamis tersebut mengiyakan keberlanjutan dan mekanisme bertahan dan bertransformasi yang unik dan menguat dari waktu ke waktu.

Sekali lagi tentang interkonektivitas, bahwa pencapaian individu harus dilihat dalam skema manfaat bagi kebersamaan, ada kontribusi dan ada rasa memiliki kebersamaan, begitu pula kebersamaan yang banyak tidak melupakan yang satu, yang kecil, komponen yang tidak menonjol.

Ingatlah bahwa:
Pencapaian individu dan pencapaian bersama berjalan beriringan.

Semoga pameran ini sebagai sebuah awal yang baik dan sebuah proses transisi kepada penyelenggaraan pameran-pameran berikutnya. Dan semoga teman-teman SMSR angkatan 2012, meskipun kecil, namun akan terus bergerak, karena yang besar adalah manifestasi dan akumulasi dari gerakan yang kecil.
Salam hangat dan terus bergerak!
ketjilbergerak

ketjilbergerak adalah organisasi seni budaya yang terbuka dan independen, dengan fokus pada penciptaan ruang bersama yang dialogis antar elemen dalam masyarakat, selalu terbuka untuk siapa saja dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam kerja-kerja kolaboratif. Punya program Kelas Melamun setiap bulan dan bisa dikunjungi di website nan segar, www.ketjilbergerak.org, atau follow di Twitter @ketjilbergerak, dan fanpage Facebook, Ketjil Bergerak. Siapa saja yang muda, kreatif, berani, berdikari adalah ketjilbergerak!