Gagasan bisa datang dari mana saja.
Bisa datang dari perjumpaan, dari pembicaraan, dari bacaan, dari lagu-lagu atau dari penglihatan sekilas. Intinya gagasan bisa datang dari mana saja.

Gagasan datang dari langit?
Gagasan datang dari langit, nampaknya tidak kiasan saja. Karena ketika memandang langit, kita bisa menemukan banyak gagasan. Salah satunya adalah gagasan bahwa manusia begitu kecil di hadapan semesta besar.
Gagasan ini membuat berpikir bahwa yang kecil ini bisa memikirkan dan memandang semesta yang besar.

Ahli astronomi sampai astronot menemukan ide cemerlang saat memandang langit. Langit pada malam hari begitu indah saat tak tertutup mendung, bisa dilihat bintang-bintang memancarkan sinar yang begitu indah.
Hal ini saja bisa membuat berpikir betapa kaya langit yang kadang tak disadari.

Gagasan yang dimiliki secara tidak sengaja atau sengaja bisa berdampak pada perkembangan jika gagasan tadi tidak mandeg saja sebagai gagasan, tapi dibagikan, di-share-kan.
Jadi gagasan bisa menjadi penyambung bagi satu dengan yang lainnya. Gagasan yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula.

Bahkan keajaiban bisa datang dari gagasan, seperti ide ke bulan tadi, atau bisa jadi puisi yang indah, atau dari pembicaraan ringan bisa membuat sesuatu, karya seni misalnya.
Yang penting gagasan positif akan berdampak positif juga bagi perkembangan mental manusia si pembuat gagasan.