Fenomena Persembahan Para Jejaka Nan Lembab!

Reporter: Yoshua Endyanto

fenomena_perjaka_lembab

Setelah beberapa hari belakangan warga Jogja digemparkan oleh fenomena debu vulkanik, sebuah perhelatan seni bertajuk “Fenomena Perjaka Lembab” siap digelar di Versus Project DGTMB Shop. Maka bersiaplah karena ini pasti tak kan kalah menghebohkan!

“Fenomena Perjaka Lembab” merupakan suatu eksibisi seni dan manifestasi lanjutan dari DGTMB Versus Project. DGTMB Versus Project itu sendiri awalnya merupakan buah pemikiran dari Eko Nugroho, seniman kontemporer kelas dunia asal Jogja, yang memberi kesempatan bagi para seniman lain untuk merespon karya maupun space yang telah ia sediakan dalam komunitas Daging Tumbuh. Di pergelarannya yang kelima ini, DGTMB Versus Project melibatkan tiga perupa sekaligus dan mungkin nama mereka sudah tidak asing lagi di telinga orang-orang yang memiliki concern di berbagai agenda kesenian Jogja. Mereka adalah Arwin Hidayat, Vendy ‘Methodos’, dan Petek Sutrisno.

perjakalembab_2 Dalam kesempatan menunjukkan aksi dalam mengolah ruang lewat goresan kuasnya, ketiga perupa potensial ini sepakat menasbihkan “Fenomena Perjaka Lembab” sebagai tema utama. Entah apa maksud dari kalimat tersebut tetapi mereka memiliki pandangannya masing-masing tentang hal ini. Petek menjelaskan bahwa maksud kata lembab di sini merujuk pada sebuah proses ketika mereka beraktivitas, berkarya, dan berkesenian itu sendiri. Hampir senada dengan Petek, Arwin Hidayat kemudian menambahkan bahwa lembab juga menyimbolkan sebuah bentuk keresahan karena lembab berada di antara keadaan basah dan kering sehingga hal-hal ini menjadi belum pasti. “Hari-hari yang bakal kita lalui kan seperti itu, hari ini ngapain besok ngapain, hari ini ada apa besok ada apa kan kita tidak pernah tahu, ya tidak pasti” ungkap Arwin lebih lanjut. Sedangkan Vendy yang lebih dikenal dengan nama jalanan Methodos mencoba menggambarkan maksud arti kata lembab ini sebagai sesuatu yang menyebabkan kegatelan. “Kalau lembab pasti ujung-ujungnya gatel kan? Hahaha” pungkas Vendy diiringi gelak tawa mereka bertiga. Vendy a.k.a Methodos memang dikenal sebagai pribadi dengan ide-ide segar nan menggelitik. Semua itu terlihat dari tulisan-tulisan yang ia buat dalam proses display pameran bersama ini, salah satunya adalah sebuah kalimat yang dibuat cukup besar ditembok bertuliskan ‘Tuhan Juga Kepo’.

Selain merespon tembok ruangan Versus Project, mereka bertiga akan membawa karya-karya drawing dan sablon untuk dipamerkan. Mereka juga sudah mempersiapkan T-shirt edisi khusus serta terbatas sebagai merchandise pameran dengan harga 100 ribu. Mereka juga mengakui bahwa persiapan pameran ini telah mencapai 95% karena memang acara pembukaan tinggal menunggu hitungan hari. Sebuah kejutan juga dipersiapkan di acara pembukaan yang akan diselenggarakan di DGTMB Shop hariSelasa, 25 Februari 2014 besok, dengan menampilkan aksi pembacaan puisi oleh Surajiya dan Yayasan Disko Lombok Horror.

Pameran karya-karya mereka bertiga akan diselenggarakan selama sebulan, yakni sejak tanggal 25 Februari – 24 Maret 2014 di ruang Versus Project, DGTMB Shop, Jalan Kadipaten Kidul 28 Yogyakarta. Untuk itu, tidak ada alasan bagi kalian untuk kehabisan waktu menjadi saksi “Fenomena Perjaka Lembab” yang pastinya akan menghebohkan ini!

 

*foto: Yoshua Endyanto