Cita-cita merupakan bagian penting dalam menentukan arah. Setiap orang pasti punya cita-cita dan berusaha untuk mencapainya. Dalam cita-cita ada kerinduan yang mendalam untuk mencapainya. Demikianlah cita-cita berperan dalam diri setiap orang. Arah dapat ditentukan dengan adanya cita-cita.

Apa sebenarnya cita-cita itu sendiri? Jawabannya ada dalam masing-masing pribadi. Dapat dilihat dalam keseharian bagaimana cita-cita menggerakkan setiap orang untuk terus maju. Inilah yang disebut move on. Setiap orang yang punya cita-cita dan memegang cita-cita itu akan terus melangkah dan bergerak maju. Melangkah dan bergerak maju itulah yang menyehatkan, karena dengan bergerak maju tiap pribadi bisa berkembang. Perkembangan tiap pribadi juga dirasakan kesegarannya oleh orang-orang di sekitarnya. Kesegaran inilah bonus dari mengejar cita-cita.

Cita-cita menjadi begitu berharga dan berfungsi. Jika cita-cita memang baik mengapa ada konflik kepentingan? Bukankah cita-cita pribadi itu baik adanya? Cita-cita memang baik, namun perlu diingat pula bahwa orang lain perlu diberi perhatian, sehingga cita-cita tidak berubah menjadi ambisi. Ambisi itu kurang sehat dan terlalu berlebihan. Hal ini tentu saja tidak baik efeknya bagi orang-orang di sekitar sang empunya ambisi. Jadi perlu diwaspadai kapan cita-cita berubah menjadi ambisi.

Dengan kesadaran inilah ambisi bisa diredam dan tumbuhlah kesadaran baru tentang cita-cita yaitu kerinduan itu sendiri. Kerinduan ada dalam tiap orang dan menggugah kesadaran akan yang lain, yang jauh di sana tapi terasa dekat. Demikian juga cita-cita. Cita-cita membuat diri pribadi menjadi bermakna dan merasakan juga langkah yang penuh makna.

Dalam konteks masyarakat sekarang, banyak hal berubah termasuk cita-cita. Namun tujuannya sama yaitu tercapainya cita-cita. Dalam pergaulan antar teman saling berbagi cerita tentang cita-cita itu menyenangkan, mereka yang pacaran pun saling berbagi cita-cita dan menyamakan cita-cita untuk masa depan mereka. Adakah orang yang tidak punya cita-cita? Tentu ada. Mereka ini perlu ditemani dan dibimbing agar menemukan cita-cita mereka sendiri. Setelah menemukan cita-cita mereka sendiri, mereka bisa lebih bersemangat dalam menapaki hal-hal baru yang juga menyegarkan.

Peran cita-cita memang baik bagi berkembangnya jiwa manusia. Demikianlah tiap pribadi dan anak muda bisa terus berpengharapan. Dengan gembira setiap orang melangkah demi mencapai cita-cita mereka. Itu hal baik karena dalam melangkah meraih cita-cita kesempatan untuk mengalami hal baru bisa lebih mudah terbuka. Terbukanya pintu pengalaman hanya bisa dicapai jika tiap orang punya cita-cita yang diperjuangkan. Dapat dilihat banyak tokoh berhasil mencapai cita-citanya karena luwes bersinergi dengan orang lain. Hal ini sangatlah masuk akal, karena tanpa sinergi yang ditemukan hanyalah benturan-benturan dan konflik. Padahal konflik yang terlalu keras bisa dihindari dengan adanya sinergi dan bahkan kerja sama untuk mencapai cita-cita bersama. Cita-cita bersama juga baik dimiliki dalam masyarakat sehingga bisa terjadi keharmonisan dalam masyarakat. Cita-cita bersama inilah yang juga penting selain cita-cita pribadi.

Selamat bercita-cita dan selamat melangkah mewujudkannya!