Esai
ketjilbergerak: Yang Kecil, Wani Obah | oleh Asa Rahmana

ketjilbergerak: Yang Kecil, Wani Obah | oleh Asa Rahmana

Sepanjang peradaban, gerakan anak muda selalu punya andil dalam membuat perubahan. Di tanah air saja misalnya, sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga era reformasi, peran anak muda tidak bisa dianggap remeh. Energi yang besar, semangat, dan keberanian, merupakan karakter khas anak muda yang dapat ditemui dalam gerakan-gerakan tersebut. Ketiga karakteristik ini merupakan modal yang dapat mendukung...
Menjadi Dinamo atau Dinamit? | oleh Udji Kayang AS

Menjadi Dinamo atau Dinamit? | oleh Udji Kayang AS

Saat masih duduk manis di bangku sekolah, aku membayangkan suatu saat akan berdiskusi, berdialektika dengan mahasiswa lain guna menghidupkan iklim intelektual di kampus. Barangkali selain aku, banyak pula yang menganggap mahasiswa sebagai golongan terpelajar bin intelektual. Bayangan mereka, di kampus para mahasiswa sibuk berdiskusi soal teori-teori filsafat, soal hukum-hukum eksakta, atau isu-isu sosial-politik kekinian. Begitu...
ketjilbergerak dan Seni yang Bernegara | oleh Aloysius Brama

ketjilbergerak dan Seni yang Bernegara | oleh Aloysius Brama

Saya teringat akan cerita karib saya yang hanya bisa melongo ketika ia terlibat adu argumen mengenai esensi seni pertunjukkan. Ia menerima sebuah pukulan telak dari lawannya yang bersikeras membela sebuah pementasan tari hampir striptease pada sebuah pagelaran aksi amal (sekali lagi, aksi amal) di area publik dengan pernyataan: “Lho, itu kan seni!” Oh, itu seni ya...
Gotong Royong: Retorika, Rasio dan Reliezt | oleh Udji Kayang AS

Gotong Royong: Retorika, Rasio dan Reliezt | oleh Udji Kayang AS

Katakanlah, hampir semua orang menyebut gotong royong sebagai moralitas yang baik. Gotong royong konon merupakan kepribadian khas bangsa, atau lebih sempit lagi, Jawa. Meski tiada satu pun yang mampu merumuskan dengan baik apa itu kepribadian bangsa, toh gotong royong mesti diterima sebagai ihwal yang baik. Harus. Sebabnya, gotong royong mengajarkan masyarakat untuk bekerja sama dalam...
Mempersoalkan Kenakalan | oleh Chabib Duta Hapsoro

Mempersoalkan Kenakalan | oleh Chabib Duta Hapsoro

Catatan kuratorial Choir of The Mischief Pameran ketjilbergerak bersama Bonggal Hutagalung   Sudah beberapa tahun belakangan Yogyakarta diramaikan dengan aktivitas-aktivitas ketjilbergerak. Tidak susah untuk menandai atau mengenali program-program kolektif ini. Program-program ketjilbergerak sering melibatkan banyak orang, masif dalam penggunaan media (diskusi/kelas, seni rupa jalanan, video klip dan peristiwa) dan cenderung memiliki pengemasan program yang populer,...
Perihal Kenakalan Kali Ini...

Perihal Kenakalan Kali Ini…

Choir of the Mischief adalah sebuah petunjuk hasil kerja bersama menyoal hal-hal remeh-temeh yang seolah-olah penting, atau juga hal-hal penting yang tampak remeh temeh. Choir of the Mischief adalah gugatan kami anak muda perihal bagaimana beban-beban ide dan sejarah yang begitu mengungkung, namun dalam waktu yang sama kami juga tidak cuek terhadap keadaan sekitar. Choir...
RELIEZT!

RELIEZT!

RELIEZT! [Tulisan ini adalah bagian dari zine yang dibuat oleh ketjilbergerak bersama RELIEZT, bagian dari projek bersama KUNCI Cultural Studies – Made in Commons yang mengimajinasikan commons sebagai berbagi sumber daya dan cara memproduksi pengetahuan melampaui kapitalisme] *** Keberadaan Reliezt merepresentasikan keberadaan Ledhok Timoho. Keberadaan Reliezt juga merepresentasikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para warga di kawasan tersebut. Reliezt...
Dari Juminahan Melawan Pengingkaran Perbedaan | oleh Rm. In Nugroho Budisantoso

Dari Juminahan Melawan Pengingkaran Perbedaan | oleh Rm. In Nugroho Budisantoso

Sebuah Catatan Pendek tentang Seruan “Berbeda Itu Biasa” Apa yang mau diceritakan tentang perbedaan di antara kita sebagai orang-orang Indonesia ketika perbedaan menjelma menjadi momok dan penyamarataan dipakai sebagai cara gampang untuk mengelola kehidupan dengan segala pernik-perniknya? Kita sudah punya “Bhinneka Tunggal Ika” sekaligus sebagai memoria dan cita-cita. Sayang, belum begitu terasa pada bagian aktualitanya....
Energi Muda dalam Pembacaan | oleh Udji Kayang AS

Energi Muda dalam Pembacaan | oleh Udji Kayang AS

ketjilbergerak melakukan pembacaan atas realitas dan diekspresikan lewat lagu berjudul Energi Mudamu, Senjatamu! Kini, giliranku yang melakukan pembacaan atas lagu tersebut. Lagu-lagu ketjilbergerak punya satu ciri khusus, selalu diakhiri tanda seru (!) di setiap akhir judul. Terbaca bahwa ketjilbergerak hendak menjadikan lagu-lagunya sebagai seruan. Energi Mudamu, Senjatamu! menjelma propaganda yang menyeru anak muda untuk bergerak!...
Menjadi Luas dan Ambivalen | oleh Gisela Swaragita

Menjadi Luas dan Ambivalen | oleh Gisela Swaragita

Beberapa bulan lalu saya harus membaca buku karangan Saya Shiraishi berjudul Pahlawan-Pahlawan Belia: Keluarga dalam Politik Indonesia (1997). Kebetulan di kelas itu saya kebagian membaca sebuah bab menarik berjudul “Remaja Ambivalen”. Di bab tersebut, Shiraishi memaparkan ada suatu kelompok masyarakat di Indonesia yang terdiri dari orang-orang berusia belasan hingga awal dua-puluhan yang posisinya begitu ambigu...
Menjadi Muda | oleh Abdullah Fikri Ashri

Menjadi Muda | oleh Abdullah Fikri Ashri

“Kamu ini pemuda harapan bangsa,” ucap Ibu sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat itu pertanyaan yang berkeliaran di kepalaku adalah ‘ada apa dengan pemuda sehingga menjadi harapan bangsa?’ Meminjam pandangan Morgenthau, seorang pemikir politik internasional, sumber daya manusia (pemuda) merupakan kekuatan nasional. Sederhananya, jika suatu negara memiliki banyak pemuda, maka itu adalah...
Apakah Manusia Baik atau Tidak? | oleh Abdullah Fikri Ashri

Apakah Manusia Baik atau Tidak? | oleh Abdullah Fikri Ashri

Apakah manusia baik atau tidak? Pertanyaan ini merupakan sedikit refleksi terhadap bagaimana tingkah laku manusia sekarang atau bagaimana seharusnya manusia. Beberapa waktu lalu pemberitaan tentang kasus korupsi marak dilakukan oleh pejabat publik, wakil rakyat, bahkan seorang hakim pun terlibat korupsi. Pertanyaan awam, mengapa para pejabat yang notabene memegang amanah rakyat dan mendapatkan kekuasaan (jabatan) masih...