Mau dikata apalagi, memang kita berbeda.
Kita sudah berbeda sejak lahir dan kita juga hidup dalam perbedaan. Perbedaan juga kita sadari ketika kita berjumpa dan bergaul dengan orang lain. Perbedaan di situlah kita hidup.

Apakah perbedaan itu artinya saling meniadakan? Tidak.
Justru perbedaan menyatukan kita dalam kerjasama. Potensi diri juga berbeda-beda. Potensi orang satu dengan yang lain berbeda. Dalam perbedaan kita bertemu, bekerja sama saling mengisi satu sama lain menjadi sebuah harmoni.

Kita hidup di Negara demokrasi, kita ditantang untuk memahami perbedaan itu menyatukan dan bukan menceraiberaikan. Kita hidup dalam arus globalisasi yang meniadakan jarak, kita bisa bertemu dengan orang lain dengan begitu cepat. Kita menemui perbedaan dan ditantang untuk menanggapi realitas dalam perbedaan itu. Sikap apa yang tepat dalam menanggapi perbedaan ini? Kiranya sikap terbuka dan mau bekerja sama itulah sikap yang tepat dalam perbedaan itu.

Berbeda itu biasa artinya, berbeda itu bisa dipahami sebagai hal yang lumrah wajar.
Dalam kewajaran, perbedaan itu membangun bukan menghancurkan, dan dalam perbedaan kita saling menguatkan satu sama lain bukan menghancurkan. Dalam perbedaan kita saling mendukung satu sama lain. Berbeda itu biasa artinya berbeda itu suatu hal yang mengandung cita-cita di mana perbedaan tidak lagi menimbulkan ketegangan dan konflik, namun kebersamaan yang harmonis.

Dalam perbedaan kita bisa hidup harmonis.
Dalam perbedaan kita bisa bekerja sama dengan baik, dan dalam perbedaanlah kita bisa mengenal diri kita sendiri dan bisa mengenal potensi kita sendiri.
Justru dalam perbedaaanlah kita tahu siapa diri kita sebenarnya.
Dalam perbedaanlah kita bisa tahu arti diri kita bagi orang lain dan arti orang lain bagi kita.

Demikianlah perbedaan itu suatu hal yang perlu kita hayati dalam hidup kita, karena setiap pribadi adalah unik adanya.