Monthly archive March, 2012
Membatalkan Keperempuanan | oleh Gintani Nur Apresia Swastika

Membatalkan Keperempuanan | oleh Gintani Nur Apresia Swastika

“Because I’m a lady, I have my own language.” Gabrielle Solis, ‘Desperate Housewifes’   Hantu bernama ‘keperempuanan’ Perjumpaan dengan gagasan tentang keperempuanan bagi saya memang selalu menjadi hal yang menarik sekaligus menggelisahkan, seperti tidak pernah ada habisnya. Isu-isu ini menjadi semacam teror di benak kepala saya. Begitu juga dengan projek pameran kali ini. Yang jelas...
Membatalkan Keperempuanan: Proyek Lanjutan Feminisme? | oleh Aris Setyawan

Membatalkan Keperempuanan: Proyek Lanjutan Feminisme? | oleh Aris Setyawan

Bila disuruh menyebutkan apa kesan pertama yang saya dapat setelah mengikuti 2 rangkaian acara dari Event Membatalkan Keperempuanan, maka kesan itu dapat direpresentasikan oleh kata: Feminisme. Meskipun panitia acara yang saya ajak ngobrol di Twitter menolak bila event yang digelar dalam rangka perayaan hari perempuan internasional ini disebut sebagai feminisme, dan lebih suka bila Membatalkan...
Perempuan, Representasi dan Negosiasi | oleh Lisistrata Lusandiana

Perempuan, Representasi dan Negosiasi | oleh Lisistrata Lusandiana

Membicarakan perempuan, konstruksi gender dan kesetaraan memang tidak ada habisnya. Barangkali karena persoalan ini berkenaan dengan diri beserta tubuh, kesadaran, imajinasi dan hal-hal lain yang ada didalamnya. keberadaannya pun bisa ditemukan dimana-mana, dari dalam hati hingga kamar mandi. Disini kita tidak akan membicarakan bagaimana perempuan dibedakan dari laki-laki. Karena bisa saja, cara berpikir demikianlah yang...
Membatalkan Keperempuanan | oleh Lisistrata Lusandiana

Membatalkan Keperempuanan | oleh Lisistrata Lusandiana

“MEMBATALKAN KEPEREMPUANAN” Ada masa dimana keperempuanan dirumuskan menjadi lima butir dalam Panca Darma: (1) wanita sebagai istri pendamping suami (2) wanita sebagai ibu pendidik dan pembina generasi muda (3) wanita sebagai pengatur ekonomi rumah tangga (4) wanita sebagai pencari nafkah tambahan, dan (5) wanita sebagai anggota masyarakat, terutama organisasi wanita, badan-badan sosial, dan sebagainya yang...