Monthly archive October, 2011
Personal Oikumene | oleh Idha Saraswati

Personal Oikumene | oleh Idha Saraswati

Personal Oikumene : Mencari Tempat Berpijak Penyeragaman selalu memicu respons. Fenomena penyeragaman itu antara lain kerap disebut dengan istilah globalisasi, yakni melesapnya batas-batas yang khas ke dalam sebuah dunia yang seragam. Globalisasi bukan suatu proses yang bebas nilai. Ideologi neoliberalisme yang menggerakkan globalisasi menyediakan seperangkat simbol, norma dan citra yang merekatkan individu-individu ke dalam sebuah...
Personal Oikumene | by Sarah Vandepeer

Personal Oikumene | by Sarah Vandepeer

Personal Oikumene: The Javanese conception of life is a holistic one and the philosophy hamemayu hayuning bawana states that life is a house. It is a symbiotic vision of the world that binds the individual ‘I’ to the larger universe.  If life is a house, then society is a family. Personal Oikumene, the theme of...
#11: Personal Oikumene

#11: Personal Oikumene

 Personal Oikumene adalah sebuah sindiran pada praktek tambal sulam ideologi dan referensi, sebuah praktek yang begitu merendahkan masyarakat dan pengetahuan alam. Sebuah ruang jeda, ruang bertemu, pertemuan untuk mengkoordinasikan langkah nyata selanjutnya bersama-sama… Personal Oikumene adalah juga meleburnya rumah pribadi kita, sebuah persiapan untuk bergerak bersama masyarakat menuju suatu perubahan yang diimpi-impikan…   Penulis: Sarah...
Personal Oikumene: Sebuah Ajakan untuk Bertemu | oleh Alwi Atma Ardhana

Personal Oikumene: Sebuah Ajakan untuk Bertemu | oleh Alwi Atma Ardhana

Sebelum jauh berbicara tentang dua frasa (yang terasa) asing yang ditasbihkan menjadi konsep besar acara ini, ada dua bulir pernyataan dalam dua kalimat yang perlu dibahasakan terlebih dahulu. (1) Jalan keluar belumlah ditemukan. (2) Jalan untuk menuju jalan keluar tadi juga belum ditemukan. Saya pikir akan cukup mudah untuk menyebutkan berbagai macam ketidakadilan di manapun...
Emansipasi, bukan Toleransi! | oleh Wahmuji

Emansipasi, bukan Toleransi! | oleh Wahmuji

    Dampak peristiwa 11 September sepuluh tahun lalu belum berakhir. Serangan-serangan Amerika dan sekutunya terhadap negara-negara yang tidak sepakat dengan Perang Melawan Teror-nya Amerika, yang lalu dianggap negara teroris juga, terus berlanjut. Tidak hanya perang fisik, serangan berupa propaganda juga gencar dilakukan dengan biaya yang jumlahnya mencengangkan. Indonesia pun menyambut ajakan perang Amerika (tentu...